Para ilmuwan kemudian melakukan analisis genetik untuk memastikan status ular tersebut. Hasil penelitian menunjukkan L. slashi memiliki perbedaan genetik dari spesies lain dalam genus yang sama.

Bukti tersebut diperkuat oleh perbedaan karakteristik fisik, termasuk jumlah sisik, serta pemodelan ekologi yang menunjukkan perbedaan preferensi habitat.

Meski memiliki gigi besar di bagian belakang mulut, L. slashi tidak diketahui memiliki bisa yang mampu membahayakan manusia. Ular ini diperkirakan memangsa kadal kecil dan telur reptil.

Para peneliti juga memperingatkan bahwa habitatnya menghadapi ancaman dari aktivitas manusia, termasuk pertanian kopi dan pertambangan. Penamaan resmi spesies ini dinilai penting untuk membantu ilmuwan memahami sekaligus melindungi keanekaragaman hayati New Guinea.