Saat disinggung mengenai perbedaan lulusan SMK dengan yang lain, Aline mengatakan bahwa lulusan SMK lebih unggul karena sudah dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja. Hal itu bisa terlihat dari kemampuan dasar pesertanya.

"Memang yang dari lulusan-lulusan SMK ini lebih sigap kalau bisa dikatakan. Jadi ketika praktik dan menerima materi, mereka sudah lebih paham bagaimana harus bersikap. Mereka saat belajar di SMK sudah diajarkan untuk siap bekerja, jadi ketika mendapat pelatihan di sini, mereka memang sudah siap," katanya.

"Kalau saya sebagai instruktur itu melihatnya memang berbeda dari etos kerjanya, dari mulai kedisiplinannya dan kemandiriannya. Intinya memang kalau dari lulusan SMK itu memang sudah siap untuk bekerja," kata Aline lebih lanjut.

Aline mengakui kelebihan program SMK Go Global memberikan kesempatan kepada para peserta, baik itu lulusan SMK maupun SMA, untuk mendapatkan kesempatan kerja. Apalagi saat ini mendapatkan pekerjaan tidak mudah, terlebih bagi yang belum memiliki pengalaman kerja.

Bagi peserta yang belum memiliki pengalaman, lanjut Aline, proses belajar membutuhkan latihan berulang. BLK Garut menerapkan praktik dan evaluasi melalui battle barista untuk melihat kemampuan peserta sekaligus mengetahui bagian yang masih perlu ditingkatkan.

Peserta yang membutuhkan latihan tambahan diberikan kesempatan untuk berlatih di luar jam pelatihan. Sejumlah peserta bahkan memilih tetap berlatih hingga malam karena merasa masih perlu meningkatkan kemampuan.

"Ada yang sampai jam delapan malam, ada juga yang sampai jam 11 malam. Karena mereka merasa, 'oh saya tertinggal'. Jadi ketika battle itu, mereka jadi bisa mengukur kemampuannya, jadi tahu mana yang harus diperbaiki dan ditingkatkan," lanjutnya.

Menurut Aline, semangat tersebut menjadi salah satu hal yang berkesan selama mendampingi peserta SMK Go Global.