NADIKABAR.COM — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengharapkan bangunan revitalisasi SMK N 1 Sasak Ranah Pasisia, Kabupaten Pasaman Barat senilai Rp3 miliar dapat melahirkan generasi penerus yang mengangkat potensi daerah.

"Hari ini kita meresmikan bangunan baru SMK N 1 Sasak Ranah Pasisia karena bangunan yang ada rawan banjir," kata Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah di Sasak Ranah Pasisia, Kamis.

Menurutnya pembangunan gedung tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih aman dan layak.

Selain itu sebagai mitigasi ancaman banjir yang selama ini mengganggu aktivitas belajar mengajar di bangunan pertama yang sering di landasan banjir.

Dia mengatakan pembangunan gedung baru SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan pendidikan, khususnya bagi sekolah yang menghadapi persoalan kerawanan bencana.

Relokasi dan pembangunan fasilitas baru diharapkan dapat memberikan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik.

Ia juga mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat sektor pendidikan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Dia menyatakan perhatian pemerintah pusat tersebut tidak hanya diwujudkan melalui pengalokasian anggaran, tetapi juga melalui pembangunan dan rehabilitasi langsung terhadap sekolah-sekolah yang membutuhkan penanganan di berbagai daerah, termasuk Sumatera Barat.

“Tidak hanya mengalokasikan anggaran, pemerintah pusat juga langsung menyelenggarakan pembangunan bagi sekolah-sekolah yang membutuhkan penanganan di berbagai daerah, termasuk di Sumbar.

Berdasarkan data Sarana Prasarana Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar pada 2025 terdapat 78 satuan pendidikan negeri dan swasta di bawah kewenangan pemerintah provinsi yang menerima bantuan program revitalisasi.

Terdiri dari 77 sekolah untuk pembangunan dan rehabilitasi serta satu pembangunan Unit Sekolah Baru (USB). Total bantuan yang dialokasikan mencapai Rp115,77 miliar.

Sementara itu, pada tahun 2026 ini, pemerintah pusat kembali mengalokasikan bantuan Program Revitalisasi Kebencanaan bagi 34 sekolah negeri dan swasta di Sumbar, dengan total anggaran mencapai Rp48,42 miliar.

Selain itu, melalui Program Revitalisasi Reguler, juga terdapat 30 sekolah yang menerima bantuan pembangunan dan rehabilitasi dengan total alokasi anggaran sebesar Rp40,46 miliar.

Dengan demikian, sepanjang 2026, total bantuan revitalisasi kebencanaan dan reguler yang dialokasikan untuk sekolah-sekolah di Sumbar berjumlah sekitar Rp88,89 miliar, untuk mendukung peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.

Salah satu penerima bantuan revitalisasi kebencanaan tersebut adalah SMK Negeri 1 Sasak, Kabupaten Pasaman Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp2.999.958.000 atau sekitar Rp3 miliar.

Dana tersebut digunakan untuk pembangunan tiga gedung baru yang kini telah selesai dan siap dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan pendidikan.

Wakil Bupati Pasaman Barat, M. Ihpan menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat dan Pemprov Sumbar terhadap peningkatan fasilitas pendidikan di daerahnya.

Ia berharap keberadaan gedung baru tersebut dapat meningkatkan daya saing SMK 1 Sasak, baik dari sisi kualitas proses pembelajaran maupun kompetensi lulusannya.

Menurutnya, kelengkapan sarana dan prasarana sekolah harus diikuti dengan peningkatan kualitas pendidikan serta kemampuan lulusan agar semakin sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Dengan demikian, keberadaan fasilitas pendidikan yang layak dapat memberikan manfaat nyata bagi masa depan generasi muda.

Kepala SMK Negeri 1 Sasak Desman menjelaskan sekolah tersebut sebelumnya berlokasi di kawasan Muaro Sasak dan kerap terdampak banjir.

Kondisi itu mendorong dilakukannya relokasi pembangunan gedung baru ke lokasi yang dinilai lebih aman dengan bantuan pembiayaan program revitalisasi sekolah dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan.

Pembangunan dimulai melalui peletakan batu pertama pada 11 Maret 2026 dan berhasil dituntaskan dalam waktu kurang dari satu tahun.

“Alhamdulillah, tiga gedung baru dengan total anggaran sekitar Rp3 miliar sudah selesai dibangun. Hari ini, 5 November 2026, gedung tersebut diresmikan dan siap dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar," kata Desman.

Ia menambahkan, meskipun telah memiliki gedung baru, kampus lama tetap akan dimanfaatkan sebagai sarana pendukung kegiatan belajar mengajar.

Kedepan sekolah merencanakan pengembangan sekolah melalui penambahan program keahlian atau jurusan baru.