NADIKABAR.COM — Kondisi sarana prasarana di SMP Negeri 2 Ngamprah, Desa Tanimulya, Kabupaten Bandung Barat (KBB), memprihatinkan. Sejumlah ruang kelas dilaporkan mengalami kerusakan kategori sedang, mulai dari plafon yang jebol hingga dinding yang mengelupas, yang memicu keluhan dari para siswa.
Plt Kepala Dinas Pendidikan KBB, Edy Syafrudin, mengonfirmasi bahwa kerusakan di sekolah tersebut masuk dalam skala moderat. Sebagai langkah awal, pemerintah daerah akan melakukan perbaikan pada tiga ruang kelas tahun ini.
"Kalau dikategorikan, sekolah ini rusak sedang. Jadi plafon bolong, dinding dan lantai copot. Kemarin sudah diusulkan untuk direhabilitasi, tahun ini kita perbaiki 3 kelas dulu perkiraan anggaran Rp400 juta," kata Edy saat dikonfirmasi, Kamis (20/8/2026).
Edy menjelaskan, pihaknya sebenarnya telah mengajukan permohonan rehabilitasi untuk 29 ruang kelas di SMPN 2 Ngamprah kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada 2025 lalu. Namun, hingga memasuki semester kedua tahun 2026, belum ada tindak lanjut nyata atas usulan tersebut.
"Kami di akhir tahun lalu sudah mengusulkan ada 29 ruang kelas direhabilitasi, sudah diverifikasi kementerian cuma belum kebagian samlai selarang. Mudah-mudahan disetujui untuk perbaikan di tahun ini," ucap Edy.
Secara keseluruhan, Pemkab Bandung Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp20 miliar pada tahun 2026 untuk membenahi infrastruktur pendidikan yang rusak. Total terdapat 182 ruang kelas jenjang SD dan SMP yang masuk dalam daftar perbaikan tahun ini.
"Anggarannya Rp16 miliar untuk jenjang SD dan Rp4 miliar untuk jenjang SMP. Untuk SD itu 134 ruang kelas di 80 sekolah, untuk SMP 48 ruang kelas di 18 sekolah," kata Edy.
Selain mengandalkan anggaran daerah dan pusat, Edy juga mengingatkan para kepala sekolah untuk mengoptimalkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Sesuai aturan, dana BOS dapat dialokasikan maksimal 20 persen untuk pemeliharaan ringan fasilitas sekolah.
"Tadi sudah saya arahkan ke kepala sekolah ada dana BOS untuk pemeliharaan maksimal 20 persen bisa digunakan. Silakan dipakai untuk pemeliharaan. Ada benteng yang rusak, kemudian bangku, bisa diperbaiki," kata Edy.