Kemampuan kamera turut ditingkatkan. Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 mendukung perekaman video hingga 8K 60 fps serta slow motion 4K 240 fps.Qualcomm juga memperkenalkan Intelligent Pixel Control yang menggunakan AI untuk memahami dan mengoptimalkan setiap piksel dalam sebuah adegan.
Varian Extreme mendukung tiga kamera hingga 64 MP sekaligus. Ada pula Elite Color Engine dan dukungan Advanced Professional Video (APV), sehingga proses perekaman, editing, color grading hingga ekspor video profesional dapat dilakukan langsung di smartphone.
Untuk konektivitas, kedua chipset menggunakan modem Snapdragon X105 5G Modem-RF System. Qualcomm mengklaim kecepatan download maksimalnya mencapai 14,8 Gbps dan upload hingga 4,2 Gbps.
Modem tersebut turut mendukung komunikasi satelit 5G NR-NTN. Sementara FastConnect 8800 membawa dukungan Wi-Fi 8 dengan kecepatan teoritis mencapai 11,6 Gbps, selain Wi-Fi 7, Bluetooth, Ultra Wideband dan Thread.
Kehadiran Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 sekaligus menandai perubahan strategi Qualcomm. Alih-alih hanya menawarkan satu chip paling kencang, perusahaan kini menyediakan dua platform flagship dengan level kemampuan berbeda.
Keduanya bakal berhadapan dengan chip kelas atas lain di generasi 2 nm, termasuk Apple A20 Pro dan MediaTek Dimensity 9600 Pro. Namun performa sebenarnya baru dapat dibandingkan setelah HP komersial dengan Snapdragon 8 Elite Gen 6 menjalani pengujian independen.