Menurut dia, KAI sudah memiliki kemampuan dalam mengoperasikan dan menggunakan kereta bekas dari Jepang, sehingga ketika rencana impor tersebut disetujui, maka maka dapat digunakan dengan baik.

Ia menjelaskan bahwa kereta dari Jepang juga relatif masih berfungsi dengan baik ketika digunakan, apalagi semua sarana prasarana sudah identik dengan sistem perkeretaapian di Indonesia.

"Untuk jenis moda transportasi KA ini, impor atau bantuan KA bekas dari Jepang rasanya sudah sangat pengalaman dan relatif masih bisa berfungsi dengan baik," ujarnya.

Untuk itu, MTI kata Haris setuju dengan rencana impor kereta bekas dari Jepang dengan sejumlah catatan terutama dalam hal keselamatan.

"Untuk posisi MTI sendiri adalah setuju dengan sejumlah catatan, dan yang penting keselamatan menjadi prioritas utama," katanya menambahkan.