NADIKABAR.COM — Macet horor antrean menuju Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi terjadi beberapa hari terakhir. Macet disebabkan pembangunan armada di Ketapang.
Dishub Jatim memberikan sejumlah opsi ke PT ASDP untuk mengurai kemacetan di Pelabuhan Ketapang.
"Kami tadi sudah berkoordinasi dengan Pak Wagub, juga Pak Dirjen Perhubungan Darat solusinya adalah penambahan kapal. Penambahan kapal jangka pendek dengan pola TBB atau tiba bongkar berangkat untuk yang di Pelabuhan Gilimanuk," kata Kadishub Jatim Nyono di Surabaya, Sabtu (5/9/2026).
Nyono menyebut, penambahan kapal akan difokuskan untuk Pelabuhan Ketapang dengan pola tiba-bongkar-berangkat (TBB). Di mana ada usulan penambahan enam kapal, lalu sebanyak dua sampai tiga kapal menggunakan pola TBB dengan membawa angkutan logistik dari Ketapang ke Gilimanuk, lalu kembali lagi ke Ketapang tanpa membawa angkutan dari Gilimanuk untuk mempercepat waktu guna mengurai kepadatan.
"Dua atau tiga kapal itu nanti fokus mengurai antrean Ketapang. Tadi kami sampaikan ke Dirjen untuk nambah jadi enam kapal supaya ada tiga kali shift pergi-pulang untuk TBB. Ini program Tiba Bongkar Berangkat, itu khusus di Gilimanuk. Gilimanuk tidak melakukan pemuatan penumpang, pemuatan barang. Tapi begitu tiba, bongkar, langsung balik lagi ke Ketapang ngambil lagi, ngambil lagi, ngambil lagi," bebernya.
Nyono juga menyebut, penambahan armada kapal di Jangkar tengah dilakukan untuk mengurai kepadatan di Pelabuhan Ketapang.