NADIKABAR.COM — Penumpukan kendaraan dan kemacetan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi butuh penanganan segera. Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) Banyuwangi mengungkap akar masalah yang perlu segera diatasi agar arus barang dan penumpang Jawa-Bali kembali lancar.

Ketua DPC Gapasdap Banyuwangi, Nurjatim yang mengungkapkan bahwa akar masalah kemacetan di kawasan Ketapang bukan akibat minimnya armada kapal yang tersedia di Pelabuhan Ketapang, melainkan keterbatasan fasilitas dermaga yang beroperasi.

"Lintasan Ketapang-Gilimanuk ini bukan kekurangan kapal, melainkan kekurangan tempat sandar. Dari total 56 armada yang ada, saat ini hanya sekitar 40 persen yang dapat beroperasi optimal karena keterbatasan dermaga," ujar Nurjatim, Senin (7/9/2026).

Dermaga Bulusan, kata dia, memiliki peran vital dalam mendukung mobilitas angkutan laut khususnya kapal Landing Craft Tank (LCT) yang melayani angkutan logistik.