Saat beroperasi normal bersama pasangan dermaganya di Gilimanuk, Dermaga Bulusan mampu memecah konsentrasi antrean truk muatan berat agar tidak menumpuk di jalur utama menuju Pelabuhan Ketapang.

Kini, Dermaga Bulusan tidak beroperasi akibat kerusakan 2 unit fender. Hal ini berdampak langsung pada turunnya kapasitas sandar kapal.

Belum lagi diperparah dengan adanya proyek peningkatan kapasitas di Dermaga Ponton Ketapang dan Dermaga MB II Gilimanuk. Aktivitas proyek itu menjadikan kapal beroperasi di dermaga turun dari rata-rata 28-32 kapal menjadi hanya sekitar 23 kapal per hari.

Sebagai solusi darurat untuk menggantikan sementara peran Dermaga Bulusan dan mengurai kemacetan, Gapasdap mendorong percepatan perluasan dermaga Local Content Model (LCM/plengsengan) di Pelabuhan Ketapang.