Panada Cakalang buatan chef Patrick kemudian mengawali set menu. Ia mengatakan menu ini adalah salah satu jagoan di Akasta. Sekaligus mengungkap latar belakangnya sebagai orang Manado, Sulawesi Utara.
Panada berbentuk bulat dengan topping krim kemangi dan telur ikan (tobiko) hitam. Chef Patrick juga memberi isian spicy mayo pada panada.
Ketika digigit, kami langsung merasakan paduan roti renyah dengan suwiran ikan cakalang yang padat sebagai isian panada, disusul rasa pedas yang lumayan kuat.
Chef Arif membuat kami terkesan dengan suguhan Sop Janda versi naik kelas. Bagian iga atau tulang sapinya diganti brisket. Lembaran daging sapi ini terasa lembut dan lumer di mulut karena diolah dengan teknik 'sous vide' selama 24 jam.
Baru kemudian dipadukan kaldu sumsum tulang, acar (pickles) dari lobak, dan kentang mustafa yang gurih renyah. Paduan semua elemen ini menghadirkan rasa asam, gurih, dan segar yang pas di lidah.
Harmoni Rasa Nusantara berlanjut dengan Seafood Kalio buatan chef Patrick, yang terinspirasi hidangan dari Batusangkar, Sumatra Barat.
Tampilannya cantik dengan king prawn disajikan utuh, ditemani scallop, gurita, dan salmon. Di bawahnya menggenang kuah kalio berwarna oranye dengan tekstur pekat dan kental.
Rasa rempahnya yang gurih manis, berpadu pas dengan semua tekstur seafood yang dimasak hingga teksturnya masih kenyal dan rasa manis alaminya masih ada.