Agis mengatakan, suaminya sudah biasa melakukan perjalanan ke Kalimantan. Dalam sebulan, Windianto bisa dua kali berangkat menggunakan truk ekspedisi.

"Sering, sebulan paling tidak dua kali. Sudah berlangsung lima tahun lebih. Paling cepat kalau pergi satu minggu. Kalau sampai sana baliknya nunggu muatan lagi," tutur Agis.

Menurut Agis, perjalanan dengan kapal Virgo kali ini sepertinya menjadi pengalaman baru bagi Windianto. Sebelumnya, Windianto lebih sering naik kapal Dharma Rucita.

"Kayaknya baru kali ini naik kapal Virgo. Teman-teman itu ada yang tanya, nggak belakangnya saja? Terus dijawab, nggak lah, ini saja," kata Agis menirukan percakapan suaminya.

Windianto berangkat bersama Arifin. Agis menyebut perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin biasanya memakan waktu sekitar 20 jam. Ia mendapat informasi bahwa suaminya diperkirakan tinggal beberapa jam lagi tiba di tujuan.

"Informasinya sebenarnya lima jam lagi sudah nyandar di Banjarmasin," ucapnya.

Namun, setelah itu kabar Windianto tak kunjung diterima. Agis mendapat informasi mengenai musibah tersebut pada Minggu pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu dia sedang berjualan.

"Saya dikasih tahu saudara, dikasih tahu keponakan. Hari Minggu pagi sekitar jam 10 kurang. Saya waktu itu lagi jualan," katanya.