Menariknya, aplikasi ini adalah hasil pengembangan warga yang memang pintar coding. Begitu pula nanti begitu aplikasi ini meluncur, semua warga berpotensi memiliki pemasukan tambahan, bahkan untuk anak-anak. Siapa saja yang ingin menjadi kurir di lingkungan RT 11, hanya perlu mendaftar ke Ketua RT dan pengurus.

"Yang penting dia pegang HP. Anak-anak justru menjadi semangat, bisa jadi dapat jajan, kan? Karena nanti bagi hasil, separuh untuk kurir, separuh untuk aplikasi," ucapnya. Uang untuk aplikasi pun bukan masuk ke kantong pengurus RT. No, no, ya. Uang tersebut akan digunakan sebagai kas warga yang mana akan dipakai lagi untuk pembangunan RT 11.

Sementara ini, aplikasi RT 11 Mart belum diluncurkan. Namun, peluncurannya dijadwalkan akan bersamaan dengan launching Erte Inggris. Erte English adalah proyek yang akan menjadikan RT 11 seperti daerah potensial turis semacam Kampung Inggris di Pare, Kediri.

"Setelah masyarakat sudah tiga bulan berjalan, sudah bagus speaking-nya. Tapi, untuk saat ini sudah bagus. Mereka sudah terbiasa untuk transaksi jual-beli menggunakan Bahasa Inggris," aku Ibas.

RT 11 telah bekerja sama dengan tim yang ada di Kampung Inggris, Pare. Bahkan, empat pengajar diterbangkan langsung dari sana untuk mengajar Bahasa Inggris kepada warga RT 11 dari segala usia. Warga belajar tidak dipungut biaya, alias gratis.