NADIKABAR.COM — Dosen Sosiologi Universitas Mataram (Unram) Muhammad Arwan Rosyadi menilai fenomena kekerasan remaja bentuk persoalan sosial yang berkaitan dengan proses sosialisasi, pengaruh kelompok sebaya, serta peran keluarga dan lingkungan dalam membentuk perilaku anak.

Pandangan itu dia disampaikan menyusul kasus meninggalnya siswa SMPN 3 Mataram setelah menjadi korban penyerangan yang diduga melibatkan geng motor.

"Kalau dilihat dari perspektif sosiologi, tindakan tersebut dapat dipahami sebagai perilaku menyimpang karena melanggar norma yang berlaku di masyarakat. Selain itu, bisa juga dikaji sebagai bagian dari patologi sosial, yakni kondisi ketika terdapat persoalan dalam kehidupan sosial masyarakat," kata Arwan di Mataram, Rabu.

Dia menjelaskan salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah keberadaan subkultur menyimpang, yakni kelompok yang memiliki nilai, kebiasaan, atau pola perilaku berbeda dari norma yang berlaku di masyarakat.

Proses sosialisasi dalam kelompok tertentu dapat membentuk cara pandang anggota terhadap tindakan yang mereka lakukan, termasuk perilaku kekerasan.

Selain pengaruh kelompok sebaya, Arwan memaparkan kekerasan remaja dapat berkaitan dengan proses sosialisasi yang tidak berjalan optimal.