"Dia (SMD) kan memang suka ceramah agama. Suka memberikan air doa ke keluarga korban. Berarti ada hubungan kaya guru spiritual gitu," terang Wahju.

Menurut Wahju, pelaku juga merupakan wali kelas korban saat di jenjang SMP. Sekolah jenjang SMP dan SMA itu juga diketahui masih satu kompleks di Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang.

Namun hubungan tersebut itu, lanjut Wahju, malah dimanfaatkan pelaku untuk melampiaskan nafsu bejatnyanya kepada korban. Saat itu, pelaku meminta korban untuk datang ke rumahnya bersama dua temannya pada sekitar bulan September 2023.

Pelaku lantas menyuruh dua temannya keluar untuk membeli makan sebagai modus untuk mengusir. Saat itulah pelaku melancarkan perbuatan cabulnya dengan menarik paksa korban ke kamar tidurnya.