NADIKABAR.COM — Sejumlah SPBU di Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) sudah ada yang mulai menerapkan sistem ganjil genap untuk pengisian BBM subsidi. Untuk pengisian BBM khusus truk dibatasi pada malam hari saja.
Pantauan NadiKabar di SPBU Patung Pemuda Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (14/9/2026) terlihat sudah mulai diterapkan pengisian BBM subsidi sistem ganjil genap. Spanduk pengumuman penerapan sistem itu dipasang di depan SPBU.
Petugas SPBU tampak melayani mobil dengan plat genap di tempat pengisian BBM Pertalite. Antrean kendaraan mobil tampak mulai terurai dan tidak mengular panjang seperti sebelumnya.
Namun terlihat sejumlah mobil yang berplat ganjil terpaksa ditolak melakukan pengisian. Petugas SPBU tampak memberi tahu ke pengendara secara humanis.
Di sisi lain, sistem ganjil genap itu tidak diterapkan bagi pengendara roda dua atau motor. Terlihat antrean pengisian Pertalite untuk jalur motor masih mengantre panjang tapi tetap lancar.
Di SPBU itu juga terlihat semua nozel difungsikan untuk melayani pengisian bagi pengendara. Tiga nozel yang beroperasi itu terlihat membantu mengurangi antrean kendaraan.
Pengawas SPBU Patung Pemuda Parepare, Robi mengungkapkan bahwa kondisi di area pengisian BBM saat ini sudah stabil. Aturan itu dinilai efektif memangkas durasi antrean yang sebelumnya mencapai 45 menit.
"Sudah diterapkan sistem ganjil genap. Kondisinya sekarang sudah normal, stabil, dan tidak ada antrean lagi," kata Robi saat ditemui NadiKabar di lokasi, Senin (14/9).
Robi menjelaskan pembatasan itu disesuaikan dengan tanggal berjalan dan khusus berlaku untuk Pertalite serta Solar. Kendaraan berplat genap hanya diizinkan mengisi pada tanggal genap, begitu pula sebaliknya.
"Hari ini karena tanggal genap, jadi kendaraan dengan plat genap yang bisa mengisi. Bagi pengendara yang salah jadwal, kami imbau secara humanis agar tidak mengisi dulu," jelas Robi.
Untuk kendaraan roda dua, pihak SPBU masih memberikan kebijakan khusus agar aktivitas warga tidak terganggu. Petugas di lapangan telah mengaktifkan seluruh nozel agar proses pengisian BBM motor berjalan cepat.
"Kalau untuk motor, sebenarnya sih sudah harus dilaksanakan ganjil genap, tapi untuk sementara ini saya masih ada kebijakan," ujarnya.
Sementara itu, pengisian BBM subsidi bagi kendaraan jenis truk dibatasi pada jam-jam tertentu. Operasional pengisian truk dijadwalkan mulai pukul 20.00 hingga 22.00 Wita dengan tetap menerapkan aturan ganjil genap.
"Kalau truk itu nanti pada malam hari, jam 8 malam sampai jam 10 malam. Tetap ganjil genap," katanya.
Penerapan aturan baru itu mendapat respons positif dari salah seorang pengendara mobil, Wahyuni. Ia mengaku sangat terbantu karena proses pengisian BBM kini jauh lebih cepat dari biasanya.
"Ini kan mengurangi area antreannya, jadi kita lebih cepat dapat pengisian. Sebelumnya saya sempat antre sampai dua jam dan itu sangat mengganggu aktivitas," ujar Wahyuni.
Wahyuni mengaku dapat informasi penerapan pengisian sistem ganjil genap dari media sosial. Dia mengaku kaget karena ternyata sistem itu sudah diterapkan juga di Parepare.
"Iya sudah lihat di Instagram (infonya). Cuma saya belum tahu ternyata baru sudah diterapkan di Parepare juga. Kebetulan hari ini tanggal genap cocok sama mobil saya," katanya.
Meski demikian, sosialisasi kebijakan itu dinilai belum menjangkau seluruh lapisan pengemudi di Parepare. Pengendara lain bernama Usman mengaku terkejut karena penolakannya saat hendak membeli BBM.
"Saya ditolak mengisi karena baru tahu kalau ada sistem ganjil genap ini. Padahal bensin saya sudah sedikit untuk dipakai kerja, jadi besok baru bisa mengisi lagi," pungkas Usman.