NADIKABAR.COM — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kepolisian Daerah (Polda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sentolo berhasil melakukan uji coba Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara prasmanan di Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Bantar, Kabupaten Kulon Progo.

"Ini untuk menjaga kualitas dan keamanan pangannya, dimana makanan yang disajikan masih fresh, masih hangat, time holding-nya cukup singkat, karena tidak melalui waktu pemorsian di SPPG," kata Kepala SPPG Polda DIY Sentolo Suci Rahayu Purlida saat pendampingan pelaksanaan MBG di SD tersebut, Kamis.

Dia mengatakan uji coba MBG prasmanan tersebut hanya diterapkan untuk kelas 5 dan 6 SD Muhammadiyah Bantar yang berjumlah 47 siswa. Uji coba program pemerintah dengan cara baru itu sudah dimulai sejak 5 Oktober 2026.

Kepala SD Muhammadiyah Bantar Kulon Progo Tatik Nurhayati mengatakan uji coba MBG prasmanan tersebut memberikan dampak positif karena dapat melatih budaya antre pada anak-anak satuan pendidikan ini.

Dia mengatakan anak-anak juga dapat memilih makanan MBG tersebut sesuai selera dan juga porsi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga hal tersebut dapat mengurangi sampah makanan.

"Anaknya bisa memilih, jika tidak senang lauk yang ini bisa pilih yang lain, jadi bisa mengurangi sampah makanan. Selain itu juga tidak mubazir karena mengambil sesuai porsinya," kata Tatik.

Salah satu siswi kelas 6 SD Muhammadiyah Bantar Onsa mengaku menyukai sistem MBG prasmanan tersebut karena dapat memilih makanan yang disukai.

"Suka, karena asik," kata Onsa usai menghabiskan makan yang saat itu menunya ikan dori tepung, tumis labu siam, lengkap dengan edamame serta melon.

Pelaksanaan MBG di SD Muhammadiyah Bantar yang dilakukan setiap jam istirahat pertama sekitar pukul 09.00 WIB tersebut berjalan tertib, anak-anak berbaris dengan rapi bergiliran mengambil makanan.

Bagi siswa kelas 6 berada di barisan paling depan, yang kemudian diikuti siswa kelas 5 yang secara bergantian mengambil makanan yang tersedia.

Guna menjaga ketertiban saat pengambilan MBG, sekolah memberlakukan jadwal piket gabungan dari kelas 5 dan 6 secara perwakilan mengenakan celemek, penutup kepala, masker saat membagikan makanan sesuai pilihan anak-anak.