Kusnaeni menilai penurunan prestasi itu disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya terkait pembinaan yang umumnya masih terbatas. Termasuk kompetisi pun masih sedikit padahal menjadi kesempatan untuk mengukur hasil latihan.

Ia mengatakan sebagian besar cabang Olimpiade biasanya memang kurang dari aspek komersial, jika dibandingkan dengan olahraga permainan semisal sepak bola, basket, atau bola voli yang hanya menyediakan sedikit medali.

Menurutnya, pembinaan cabang-cabang Olimpiade membutuhkan keseriusan dan komitmen jangka panjang dari semua pemangku kepentingan. Atlet-atlet, kata dia, harus dibina sejak usia dini dalam kurun waktu yang lama sebelum mampu menunjukkan prestasi.

"Saya kira di titik itulah kita bisa mempertemukan pembinaan cabor Olimpiade dengan program Sekolah Rakyat maupun Sekolah Nasional Terintegrasi yang digagas Presiden Prabowo," katanya.

Sebab, Kusnaeni melanjutkan, SR maupun SNT dibangun dengan fasilitas pendukung yang cukup lengkap. Tidak hanya sarana-prasarananya tapi juga komitmen kuat dari negara untuk mencukupi kebutuhan para siswanya.

Ia mengatakan bahwa langkah itu akan mendatangkan berbagai manfaat seperti membentuk generasi penerus yang tangguh sekaligus mendapat bonus atlet-atlet muda yang berpotensi mengharumkan nama bangsa.