NADIKABAR.COM — Selama ini, pembangunan ekonomi desa identik dengan program padat karya yang didominasi laki-laki. Kini, lanskap itu berubah.

Srikandi Jaga Desa, program yang digagas sebagai sayap Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas), ternyata menyimpan potensi ekonomi yang jauh lebih besar daripada sekadar mencegah penyimpangan Dana Desa.

Srikandi Jaga Desa bukan hanya penjaga hukum, melainkan juga dapat menjadi penggerak ekonomi desa. Ada empat peran strategis yang dapat dijalankan yaitu meningkatkan pendapatan masyarakat, menciptakan lapangan kerja, memperkuat usaha lokal, serta mengurangi kesenjangan ekonomi desa-kota.

Dari pengawas dana, Srikandi Jaga Desa dapat menjadi pengaman nilai tambah. Masalah utama pendapatan desa bukan kurangnya Dana Desa, melainkan bocornya nilai tambah ke kota.