NADIKABAR.COM — Hasil survei terbaru Parameter Politik Indonesia (PPI) menunjukkan tingkat keterpilihan (elektabilitas) Presiden Prabowo Subianto unggul dibandingkan dengan kandidat lainnya yang diuji dalam tiga simulasi pemilihan presiden.

Direktur Eksekutif Adi Prayitno saat peluncuran hasil Survei Nasional "Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran" di Jakarta, Minggu, memaparkan Parameter Politik Indonesia membuat tiga simulasi pemilihan presiden untuk mengukur elektabilitas, yaitu simulasi terbuka, simulasi 17 kandidat, dan simulasi lima kandidat capres. Dalam tiga simulasi tersebut, pertanyaan yang sama diajukan kepada responden: "Jika pemilihan presiden dilaksanakan saat ini, siapakah yang akan anda pilih menjadi Presiden Republik Indonesia?"

Dalam simulasi terbuka, yaitu diikuti total 20 nama tokoh, kepala daerah, menteri-menteri, dan presiden, elektabilitas Presiden Prabowo menduduki posisi puncak dengan perolehan 31,6 persen suara dari total 1.200 responden. Di posisi ke-2 dan seterusnya, ada nama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi 11,4 persen, Anies Baswedan 10,1 persen, Gibran Rakabuming Raka 6,9 persen, dan Ganjar Pranowo 4,4 persen.

Masih dalam daftar 10 besar, ada ketua umum partai dan menteri koordinator Agus Harimurti Yudhoyono 2,3 persen, Mahfud Md 1,7 persen, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda 1,1 persen, Purbaya Yudhi Sadewa 0,8 persen, dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 0,8 persen.

Kemudian, ada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dengan elektabilitas 0,6 persen, ketua umum partai dan menteri koordinator Muhaimin Iskandar 0,2 persen, petinggi partai dan menteri koordinator Sugiono 0,2 persen, anggota Wantimpres Rocky Gerung 0,1 persen, Abdul Somad 0,1 persen, ketua umum partai Kaesang Pangarep 0,1 persen, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir 0,1 persen, ketua umum partai dan menteri koordinator Bahlil Lahadalia 0,1 persen, dan Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra 0,1 persen.

Berlanjut pada simulasi ke-2, yaitu simulasi pilpres dengan 17 nama ketua umum partai politik dan tokoh yang mungkin diusung oleh partai non-parlemen dan partai baru, Presiden Prabowo masih menduduki posisi puncak untuk elektabilitas tertinggi sebesar 34 persen, diikuti oleh Anies Baswedan 19,4 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 11,1 persen, Gibran Rakabuming Raka 10,9 persen, dan Muhaimin Iskandar 3 persen.

Selanjutnya, ada Yusril Ihza Mahendra dengan elektabilitas 1,7 persen, diikuti oleh Pramono Anung 1,6 persen, Ketua DPR RI Puan Maharani 1,4 persen, Kaesang Pangarep 1,3 persen, ketua umum partai Surya Paloh 1,1 persen, ketua umum partai dan menteri koordinator Zulkifli Hasan 0,8 persen, Bahlil Lahadalia 0,6 persen, ketua umum partai Muhammad Mardiono 0,5 persen, ketua umum partai Al Muzzammil Yusuf 0,4 persen, ketua umum partai dan wakil menteri Anis Matta 0,3 persen, dan ketua umum partai Angela Tanoesoedibjo 0,2 persen.

Terakhir, simulasi lima nama kandidat yang diyakini maju Pilpres 2029, elektabilitas tertinggi masih diperoleh Prabowo Subianto dengan perolehan suara 40,5 persen, diikuti oleh Anies Baswedan 17,7 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 14 persen, Gibran Rakabuming Raka 12,2 persen, dan Pramono Anung 3,9 persen.

Survei Nasional PPI yang secara khusus menyoroti 2 tahun pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming digelar melalui metode interview/wawancara tatap muka sebanyak 1.200 responden pada periode 26 September 2026—6 Oktober 2026.

Responden yang dipilih merupakan penduduk berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah, dan mereka tersebar di 38 provinsi, 116 kabupaten/kota, kemudian 120 kecamatan dan 120 desa/kelurahan.

Tingkat kepercayaan terhadap hasil survei 95 persen dengan margin error sebesar 2,83 persen.