Dari jumlah tersebut, sebanyak US$ 200 juta di antaranya berasal dari biaya mengakhiri sewa tempat lebih awal, serta pesangon bagi karyawan.
Untuk saat ini Starbucks belum merilis daftar lengkap lokasi gerai yang ditutup. Namun perusahaan akan menyampaikan pengumuman resmi yang akan dipasang di gerai-gerai kafe terdampak akhir pekan ini, dan penutupan akan langsung diperbarui melalui aplikasi seluler.
"Kami tetap antusias dengan peluang pertumbuhan jangka panjang yang signifikan di Amerika Utara," tulis Chief Operating Officer (COO) Starbucks, Mike Grams, dalam surat kepada karyawan.
Meski perusahaan berencana melakukan penutupan gerai, Grams meyakinkan jika Starbucks secara aktif membuka banyak kedai kopi baru di lokasi yang lebih strategis dan tetap berkomitmen pada pertumbuhan.