"Dalam dua tahun itu akan ada schedule-nya. Ini sedang disiapkan, tetapi yang terutama dulu adalah kereta jarak jauhnya diberesin dulu, habis itu melakukan pembangunan KRL. Ini masih dalam tahap penyiapan terkait dengan safety, kemudian juga secara infrastrukturnya pasti kami berkoordinasi dengan DJKA," ungkap Anne.

Saat Stasiun Gambir kembali melayani perjalanan KRL, diharapkan mampu melayani volume penumpang yang jauh lebih besar dibanding kondisi saat ini, sekaligus terhubung dengan area komersial dan destinasi di sekitar kawasan tersebut.

"Volume sampai saat ini yang naik itu lebih dari 2 juta, yang naiknya hampir 2,5 juta, dan yang turun itu 2,2 juta. It means orang di stasiun Gambir itu bisa tiga kali lipat dari ini. Ada yang nganter, ada yang dari taksi. Sehingga kita bisa bayangin, kalau setiap tahun bertumbuh 8-12%, stasiun kita itu kan sangat crowd. Sehingga perlu adanya pengembangan Stasiun Gambir dengan adanya pertumbuhan volume pelanggan kita," ujarnya.