"Saya kan temanya 'Sinergi Merah Putih' ya untuk kesejahteraan rakyat. Jadi memang kita akan mengoptimalkan sinergi yang bisa kita lakukan, tapi tentunya tanpa juga mengabaikan mandat dan kewenangan dari masing-masing lembaga yang melakukan sinergi itu," katanya.
Dalam hal ini, penguatan sinergi dengan pemerintah juga dimaksudkan untuk membantu BI dalam melaksanakan tugas menjaga stabilitas nilai rupiah, terutama dalam aspek kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa yang diukur dalam tingkat inflasi nasional.
Destry mengatakan akan melakukan berbagai langkah 'tambahan' untuk menjaga inflasi tetap terkendali. Semisal berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Kementerian/Lembaga hingga pemerintah daerah terkait masalah inflasi yang kerap kali didorong dari sisi pasokan (supply-side) produk dan jasa yang beredar di tengah masyarakat.
"Kaitannya dengan misalnya kita ada mengarah sekarang ini kayak volatile food inflation. Inflasi kan salah satu juga target di kami untuk menjaga, dijaga stabilitasnya. Tapi kita tahu ada sumber inflasi yang sifatnya lebih supply-side. Nah tentunya kalau supply-side ini kan Bank Indonesia nggak bisa sendiri, jadi Bank Indonesia mengajak tentu lembaga terkait termasuk pemerintah pusat dan pemerintah daerah," paparnya.