Pihaknya meminta warga untuk tidak henti-hentinya menyuarakan kegelisahan terkait banjir. Dengan begitu, penanganan banjir hingga permasalahan sampah bisa menjadi prioritas pemerintah pusat.
"Jadi percuma warga juga ketika meminta itu, misalkan meminta pengerukan kepada seorang camat, kepada seorang kepala desa, kepada misalkan Pak Bupati, kan itu kewenangannya bukan di titik itu," bebernya.
"Walaupun kita Pak Pak Bupati kan tidak berhenti, walaupun tidak ada anggaran, bagaimana Pak Bupati mengonsep Pentahelix ini kan secara langsung, karena Pak Bupati paham anggaran di pusatnya sedang tidak masuk ke wilayah kita, gitu," lanjutnya.
Kankan mengimbau perusahaan agar dana Corporate Social Responsibility (CSR) dialokasikan untuk hal yang bermanfaat jangka panjang. Menurutnya, perusahaan harus mengurangi alokasi dana CSR untuk acara hiburan yang hanya habis dalam semalam dan tidak bermanfaat.
"Nah, kita arahkan CSR-CSR dari perusahaan itu kita fokuskan bagi saya di wilayah Bojongsoang itu tiga hal: pertama terkait dengan sampah, kedua terkait dengan banjir, dan ketiga terkait dengan macet," tegasnya.