Tak sekadar melumpuhkan fisik, dampak stroke di usia produktif jauh lebih berat, karena menyerang mental pasien dan keluarganya secara jangka panjang. Pasien kerap depresi memikirkan kesembuhan, sementara keluarga atau pasangan merasa tertekan karena harus merawat sekaligus menggantikan peran pasien sebagai tulang punggung keluarga.

"Banyak pasien kontrol yang sudah terlambat dan kondisinya berat. Istrinya sampai frustrasi dan kehilangan harapan. Stroke ini tidak cuma menyerang fisik, tapi juga psikis," ceritanya.Ada pub empat faktor utama lifestyle yang paling memengaruhi risiko stroke di usia produktif, yakni:

• Pola Tidur: Kurangnya waktu istirahat malam yang idealnya 6-8 jam.• Kurang Aktivitas Fisik: Minimnya paparan sinar matahari pagi (minimal 30 menit) yang kaya vitamin D.• Paparan Asap Rokok: Baik perokok aktif maupun pasif yang menghirup residu asap di pakaian atau sekitar.• Pola Makan: Konsumsi berlebih makanan tinggi garam (pemicu tensi), manis (diabet), dan jeroan (kolesterol).