Meski hasil penelitian menunjukkan ancaman yang serius, IUCN menyatakan sebagian besar terumbu karang saat ini masih bertahan. Jika proyeksi perubahan iklim di masa depan tidak diperhitungkan dan penilaian hanya didasarkan pada perubahan selama 50 tahun terakhir, hanya 24% ekosistem terumbu karang yang tergolong terancam kritis.

"Artinya, kita masih punya waktu yang sangat berharga untuk bertindak, dengan memperkuat upaya konservasi dan penanganan perubahan iklim agar dampak terburuk bisa dicegah," jelas Gudka.

"Apa yang kita lakukan dalam beberapa tahun ke depan akan menentukan nasib terumbu karang pada akhir abad ini. Apakah ekosistem ini bisa bertahan seperti yang kita kenal sekarang, atau justru berubah menjadi ekosistem lain yang manfaatnya bagi alam dan manusia jauh lebih kecil," tambahnya.

Direktur Jenderal IUCN Grethel Aguilar mengatakan bahwa "belum terlambat untuk memberi kesempatan bagi terumbu karang untuk pulih."

"Kita tahu apa yang harus dilakukan: memangkas emisi secara besar-besaran, memperkuat perlindungan dan pemulihan terumbu karang, serta terus berinvestasi untuk menjaga ketahanan ekosistem pesisir dan masyarakat yang menggantungkan hidup padanya," ujarnya.

Artikel ini pertama kali ditulis dalam bahasa Inggris