Hasilnya menunjukkan daya rata-rata sprint meningkat sekitar 0,5 hingga 2,4 persen setelah konsumsi kafein dibandingkan dengan plasebo. Daya puncak saat sprint pada sesi kedua dan ketiga juga meningkat hingga 3,7 persen.

Peserta turut melaporkan tingkat kelelahan yang dirasakan dan nyeri otot kaki yang lebih rendah ketika melakukan aktivitas intensitas tinggi. Peneliti juga menemukan peningkatan kadar noradrenalin dalam plasma darah, yaitu zat kimia yang berperan dalam respons tubuh terhadap aktivitas fisik dan stres.

Meski demikian, hasil penelitian tersebut perlu ditafsirkan secara hati-hati karena jumlah pesertanya masih terbatas. Pengujian juga berfokus pada sprint berulang menggunakan sepeda, sehingga hasilnya belum tentu berlaku sama untuk semua jenis olahraga atau kelompok usia.

Dosis yang digunakan pun tergolong tinggi. Pada seseorang dengan berat badan sekitar 70 kilogram, dosis 5,5 miligram per kilogram setara dengan sekitar 385 miligram kafein.