Keterkaitan tersebut ditemukan pada kedua jenis kelamin, namun lebih kuat di kalangan remaja laki-laki, terutama terkait kecemasan, menurut studi yang dipublikasikan dalam jurnal Child and Adolescent Mental Health. Studi itu mengecualikan remaja yang telah menunjukkan gejala depresi atau kecemasan yang tinggi pada awal penelitian dan memperhitungkan berbagai faktor, termasuk aktivitas fisik, usia, jenis kelamin, serta status sosial dan ekonomi. Tim peneliti menyerukan upaya yang lebih besar untuk menjadikan makanan bergizi lebih mudah diakses dan terjangkau serta mengurangi paparan kaum muda terhadap minuman berpemanis.
Nasional
HALAMAN 2 DARI 2
Studi temukan konsumsi buah turunkan risiko kesehatan mental remaja
Mengonsumsi satu porsi buah tambahan setiap hari dikaitkan dengan risiko gejala depresi dan kecemasan yang lebih rendah pada remaja, sementara konsumsi minuman berp
NASIONAL
📖 Baca Juga
Pedoman Media Siber: NadiKabar.com berkomitmen mematuhi Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers Indonesia. Apabila ada hak jawab atau koreksi, silakan hubungi redaksi melalui kanal kontak kami.