NADIKABAR.COM — Mengonsumsi satu porsi buah tambahan setiap hari dikaitkan dengan risiko gejala depresi dan kecemasan yang lebih rendah pada remaja, sementara konsumsi minuman berpemanis gula yang lebih tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko kedua gejala tersebut, menurut sebuah studi di Australia.
Tim peneliti memantau 6.537 remaja dari 71 sekolah menengah di negara bagian New South Wales, Queensland, dan Australia Barat selama empat tahun, yang dimulai ketika para partisipan rata-rata berusia sekitar 12,5 tahun, menurut pernyataan yang dirilis oleh Universitas Sydney Australia pada Senin (19/10). Studi itu menemukan bahwa satu porsi buah tambahan setiap hari dikaitkan dengan risiko gejala depresi 13 persen lebih rendah dan risiko gejala kecemasan 7 persen lebih rendah. Selama periode penelitian, rata-rata konsumsi buah harian berkisar antara dua hingga 2,5 porsi. Konsumsi minuman berpemanis gula yang lebih tinggi, termasuk minuman ringan (soft drink), sirup (cordial), dan minuman olahraga, dikaitkan dengan peningkatan risiko depresi dan kecemasan.
Keterkaitan tersebut ditemukan pada kedua jenis kelamin, namun lebih kuat di kalangan remaja laki-laki, terutama terkait kecemasan, menurut studi yang dipublikasikan dalam jurnal Child and Adolescent Mental Health. Studi itu mengecualikan remaja yang telah menunjukkan gejala depresi atau kecemasan yang tinggi pada awal penelitian dan memperhitungkan berbagai faktor, termasuk aktivitas fisik, usia, jenis kelamin, serta status sosial dan ekonomi. Tim peneliti menyerukan upaya yang lebih besar untuk menjadikan makanan bergizi lebih mudah diakses dan terjangkau serta mengurangi paparan kaum muda terhadap minuman berpemanis.