"Jika seorang anak kehilangan tahun-tahun formatif tersebut, menonton video atau digiring ke sana kemari, daripada distimulasi, pengalaman ini terbawa. Mereka memasuki taman kanak-kanak dengan tidak siap secara akademis, sosial, atau emosional," jelas pakar pengajaran tersebut.

1. Stabilitas tempat dan guru atau pendamping: Pertimbangan yang perlu dilakukan adalah mengenai frekuensi pergantian orang-orang yang berhubungan dengan anak (guru yang resign dan masuk). Hal ini perlu diketahui karena anak membangun hubungan yang kuat dengan orang di sekitarnya, sehingga pergantian yang terlalu sering berpotensi menyulitkan mereka.

2. Riset ke berbagai tempat: Hal ini ditujukan untuk mengetahui program, staf, dan lingkungan kelas sebelum mendaftarkan anak.

3. Berbagi informasi dengan orang tua lain: Hal ini dilakukan setelah melakukan riset guna mengetahui pengalaman konkret dari masing-masing orang tua mengenai perkembangan anak hingga lingkungan tempat anak beraktivitas.

Penulis adalah peserta MagangHub Kemnaker di NadiKabar.com.