NADIKABAR.COM — Menteri Keuangan Suahasil Nazara memprediksi belanja negara meningkat karena gejolak harga minyak dunia. Suahasil menyebut kenaikan harga minyak membuat pemerintah menggelontorkan alokasi subsidi yang jauh lebih besar.

"Belanja akan meningkat. Kenapa belanja meningkat? Karena harga minyak meningkat, sehingga kita harus membayar subsidi lebih besar. Ini menjadi cara kita mengelola APBN yang harus kita lakukan balancing terus-menerus," ujar Suahasil dalam konferensi pers APBNKiTA, Jakarta Pusat, Jumat (9/10/2026).

Suahasil memaparkan realisasi belanja negara telah mencapai Rp 2.660,5 triliun atau sekitar 69,2% dari target Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang dipatok Rp 3.842 triliun. Realisasi ini tumbuh sebesar 19% secara tahunan.

Lebih rinci, belanja pemerintah pusat yakni Rp 2.061,3 triliun, terdiri dari belanja kementerian dan lembaga (K/L) Rp 1.069,4 triliun dan belanja non-K/L Rp 991,9 triliun. Kemudian, pemerintah juga telah melakukan transfer ke daerah Rp 599,2 triliun atau 82,4% dari APBN.

"Ini sehat, on track, karena kita lihat biasanya memang kalau tahun-tahun lalu, kita lihat tahun lalu aja deh, tahun lalu per 30 September baru belanja 61%. Tahun ini per 30 September kita sudah belanja 69%," beber Suahasil.

Suahasil mengakui percepatan belanja ini merupakan upaya menjaga APBN tetap terjaga dan sehat. Ia tidak ingin realisasi belanja negara menumpuk di akhir tahun.

"Akan ada sedikit peningkatan di menuju bulan November dan Desember, tapi ini relatif sehat, kalau ingat tadi angka di depan, tahun lalu akhir September itu baru 61%, sekarang 65%," jelasnya.