"Tahun lalu sampai dengan akhir Agustus yang sudah dibayarkan ke PLN dan Pertamina itu Rp 218 triliun. Tahun ini sampai dengan Agustus yang sudah dibayarkan itu Rp 331 triliun, Rp 100 triliun lebih tinggi dibandingkan tahun lalu," beber ia.
Menurutnya, realisasi subsidi dan kompensasi yang lebih tinggi ini bertujuan agar Pertamina dan PLN leluasa dalam mengelola keuangan sehingga produk subsidi tetap tersedia di masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Suahasil juga merinci konsumsi produk-produk subsidi di masyarakat yang kompak meningkat jika dibandingkan dengan tahun lalu. Misalnya, realisasi volume BBM mencapai 11.578 ribu kilo liter atau tumbuh 8,8% secara tahunan (yoy).