Bisnis
HALAMAN 2 DARI 3
Subsidi LPG Bengkak dari Rp 87 T, Kini Tembus Rp 100 T
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang juga Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebutkan subsidi untuk LPG membengkak di atas Rp 100 triliun ke
Redaksi NadiKabar
✓
Redaksi NadiKabar
•
Dipublikasikan: Kamis, 15 Oktober 2026 pukul 17:16 WIB
• ⏱ 2 menit baca
"Ini devisa kita banyak sekali yang keluar dan kemudian mampu kita subsidi kepada rakyat yang begitu besar," sambungnya.
Bahlil mengatakan saat ini kebutuhan LPG nasional mencapai sekitar 8,5 juta ton per tahun. Jika ditambah kebutuhan industri yakni Lotte, maka total konsumsi LPG nasional diperkirakan mencapai 11-12 juta ton per tahun. Sementara itu, kapasitas produksi LPG dalam negeri hanya sekitar 1,8 juta ton per tahun.
"Jadi, kita impor itu kurang lebih sekitar 7 sampai 8 juta ton per tahun," terangnya.
Pedoman Media Siber: NadiKabar.com berkomitmen mematuhi Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers Indonesia. Apabila ada hak jawab atau koreksi, silakan hubungi redaksi melalui kanal kontak kami.