"Ini devisa kita banyak sekali yang keluar dan kemudian mampu kita subsidi kepada rakyat yang begitu besar," sambungnya.

Bahlil mengatakan saat ini kebutuhan LPG nasional mencapai sekitar 8,5 juta ton per tahun. Jika ditambah kebutuhan industri yakni Lotte, maka total konsumsi LPG nasional diperkirakan mencapai 11-12 juta ton per tahun. Sementara itu, kapasitas produksi LPG dalam negeri hanya sekitar 1,8 juta ton per tahun.

"Jadi, kita impor itu kurang lebih sekitar 7 sampai 8 juta ton per tahun," terangnya.