Korban kedua adalah Bonari (44). Warga Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi itu juga tewas diduga karena serangan jantung saat jalan kaki mengikuti karnaval sound horeg memperingati HUT ke-81 RI Minggu (23/8/2026) .

Camat Pesanggaran Didik Eko Wahyudi mengatakan sebelum tewas, korban semapt menggelar pesta minuman keras (miras) jenis arak. Pesat miras ini digelar sebelum karnaval dimulai.

Setelah menenggak arak, korban lantas mengikuti rombongan parade sound horeg. Setelah menempuh jarak sekitar 1 kilometer dari garis start, tubuh korban mendadak oleng lalu terkapar di atas aspal.

Peserta lain dan petugas di lokasi sempat melarikan Bonari ke Puskesmas Pesanggaran untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal.

Akibatnya, parade tersebut kemudian dihentikan sekitar pukul 20.00 WIB. Seluruh sound horeg dimatikan meski karnaval masih berjalan.

Korban terbaru dan paling tragis adalah Slamet Timbang (57). Warga Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember itu tertimpa kanopi dan tembok saat mengantar istrinya ke apotek.

Insiden tragis itu terjadi di tengah suasana meriah gelaran karnaval dan parade sound horeg yang diselenggarakan pihak Desa Wringinagung, Sabtu (29/8) sekitar pukul 10.30 WIB.