Airlangga sebelumnya mengatakan BRI dan BSI diminta mempersiapkan rekening untuk masyarakat.
"Tadi Bapak Presiden meminta agar penduduk Indonesia itu mempunyai rekening koran. Jadi tentu diminta untuk BRI dan juga Bank Syariah Indonesia itu mempersiapkan rekening untuk masyarakat," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (7/9).
Program tersebut dirancang sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan inklusi keuangan sekaligus memudahkan penyaluran berbagai program pemerintah kepada masyarakat.
Pembukaan rekening masyarakat nantinya menggunakan data kependudukan pemerintah.
Airlangga mengatakan data dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) akan dipadankan dengan sistem yang ada di Bank Indonesia (BI), khususnya untuk sistem pembayaran dan gateway.
"Dan nanti data yang dipakai adalah data dari Dukcapil. Dan data dari Dukcapil itu tentunya nanti akan dipadankan dengan sistem yang ada di Bank Indonesia terutama untuk payment sistemnya dan yang kedua gateway sistemnya. Jadi menggunakan QRIS," jelas Airlangga.
Penggunaan data Dukcapil tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah dalam menyiapkan rekening berdasarkan data kependudukan masyarakat.
Selain rekening, pemerintah juga menyiapkan saldo awal sebesar Rp50 ribu untuk rekening masyarakat.