Angka tersebut tidak berarti setiap produk SKM pasti memiliki kandungan protein yang sama atau setiap KKM hanya mengandung 1 persen protein. Nilai tersebut merupakan batas karakteristik dasar dalam kategori pangan.

Kandungan aktual tetap perlu dilihat pada informasi nilai gizi masing-masing produk. Komposisi bahan dan jumlah setiap zat gizi dapat berbeda antar produk.

Hal ini juga menjadi alasan mengapa istilah "kental manis" saja belum cukup untuk mengetahui karakteristik suatu produk. Nama jenis pangan, daftar bahan, dan informasi nilai gizi pada kemasan perlu diperhatikan secara bersamaan.

Sekilas, SKM dan KKM memang sulit dibedakan karena sama-sama memiliki bentuk cairan kental manis dan creamy. Cara paling sederhana untuk mengenalinya adalah dengan melihat nama jenis pangan dan daftar bahan pada kemasan.

Pada SKM, komponen susu menjadi bagian utama dari karakteristik produk. Bahan yang digunakan dapat berupa susu sapi segar maupun bahan turunan susu seperti susu skim bubuk, lemak susu, laktosa, dan buttermilk bubuk.

Pada KKM, formulasi dapat menggunakan lemak nabati atau minyak nabati. Karena itu, membaca daftar bahan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai bahan yang digunakan dalam suatu produk.

Informasi nilai gizi juga tetap penting diperhatikan, terutama kandungan gula, protein, dan lemak. Rasa manis pada kedua produk membuat jumlah yang digunakan dalam makanan dan minuman perlu diperhitungkan sebagai bagian dari total asupan gula harian.