NADIKABAR.COM — Setiap pagi, puluhan siswa berseragam putih-merah tampak bersemangat menuju SDN Karyamukti di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Mereka tetap belajar meski sebagian harus menempati ruang kelas beratap terpal tanpa dinding.

Selama tiga tahun terakhir, 60 siswa sekolah tersebut hanya dapat memanfaatkan empat ruang kelas. Kondisi itu terjadi setelah dua ruang kelas lainnya ambruk akibat gempa berkekuatan magnitudo 5,6 pada 2022.

Untuk menampung siswa kelas 5 dan 6, pihak sekolah terpaksa mendirikan ruang kelas darurat beratap terpal di halaman sekolah. Fasilitas sederhana tersebut menjadi alternatif agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung.