Bangunan sekolah yang berdiri sejak 1965 itu belum pernah mendapat perbaikan menyeluruh. Setelah gempa pada 2022 itu, dua ruang kelas rusak nyaris rata dengan tanah, sedangkan empat ruang kelas lainnya mengalami kerusakan sedang hingga berat.
Hingga 2026, kondisi bangunan yang sebelumnya rusak sedang semakin memburuk dan sebagian yang rusak berat tidak lagi layak digunakan. Namun, ruang-ruang tersebut masih dimanfaatkan karena sekolah belum memiliki fasilitas pengganti.
"Ketika cuaca mendung sudah pasti kelas dibubarkan karena ruangan kelas yang tersisa kondisinya tambah rusak termasuk di bagian atap, sedangkan ketika kemarau anak-anak kerap mengeluh karena kelasnya beratap terpal," kata Kepala SDN Karyamukti Ninu Parwati, akhir Oktober 2026.