"Diharapkan masyarakat melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara mandiri, dimulai dari lingkungan rumah masing-masing," ucap Arief.

Tak hanya pemberdayaan masyarakat, Sudinkes Jakarta Timur pun melakukan pemantauan terhadap kasus DBD yang dilaporkan oleh rumah sakit setiap hari. Langkah tersebut dilakukan agar setiap laporan kasus dapat segera ditindaklanjuti di lingkungan masyarakat.

Petugas juga melaksanakan surveilans epidemiologi dan surveilans entomologi untuk memantau perkembangan kasus sekaligus mengetahui faktor risiko penularan berdasarkan kepadatan populasi nyamuk penular DBD.

Pemantauan kasus dan pelaporan juga dilakukan melalui laman surveilans DKI Jakarta sebagai bagian dari upaya mendapatkan gambaran perkembangan kasus secara berkelanjutan.

Ketika ditemukan kasus DBD di masyarakat, petugas kesehatan melakukan tindak lanjut penanggulangan dengan memantau kondisi lingkungan dan melakukan upaya pengendalian untuk mencegah terjadinya penularan lebih lanjut.

"Sudinkes Jakarta Timur bersama puskesmas juga terus memberikan sosialisasi dan edukasi mengenai pencegahan serta pengendalian DBD kepada masyarakat dan lintas sektor," jelas Arief.

Monitoring pelaksanaan PSN, kata dia, dilakukan secara rutin setiap Jumat dengan melibatkan unsur pemerintah, petugas kesehatan, lintas sektor, serta masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan edukasi dan gambaran mengenai kondisi DBD serta pentingnya menjaga lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes.