Meski demikian, Arief mengatakan tren kasus antara Juli dan Agustus 2026 kembali menunjukkan penurunan. Pada Agustus 2026, tercatat sebanyak 48 kasus DBD. Jumlah pasien rawat inap akibat DBD pada periode 20-26 Agustus 2026 tercatat sebanyak 11 kasus.

Arief menjelaskan, faktor lingkungan turut berperan dalam peningkatan kasus DBD. Kondisi lingkungan yang menyediakan banyak tempat perkembangbiakan nyamuk dapat meningkatkan risiko penularan di masyarakat.

"Beberapa hal yang berpengaruh terhadap peningkatan kasus antara lain kondisi lingkungan yang mendukung banyaknya tempat perkembangbiakan nyamuk, kondisi iklim yang menyebabkan tingginya populasi nyamuk penular DBD, musim penghujan dan peralihan," jelas Arief.

Selain perubahan musim, kepadatan penduduk dan tingginya mobilitas masyarakat juga menjadi faktor yang berpengaruh terhadap pola penyebaran kasus.

Hal tersebut terlihat dari kelompok usia yang paling banyak terjangkit. Kasus infeksi dengue di Jakarta Timur didominasi kelompok usia 20-44 tahun dengan proporsi sekitar 33 persen.