"Selain itu, proporsi kasus pada kelompok usia sekolah, yaitu 5-9 tahun, 10– 14 tahun, dan 15–19 tahun, juga cukup tinggi," ucapnya.

Kecamatan Cakung tercatat sebagai daerah dengan jumlah kasus DBD tertinggi di Jakarta Timur hingga saat ini, yakni 360 kasus. Sementara itu, Kecamatan Matraman memiliki angka kesakitan atau incidence rate (IR) tertinggi, yakni 141,68 per 100.000 penduduk dengan jumlah kasus sebanyak 259 kasus.

Sudin Kesehatan Jakarta Timur juga mencatat lima kematian akibat infeksi dengue sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Lima kematian tersebut terdiri atas dua kasus di Kecamatan Pulogadung serta masing-masing satu kasus di Kecamatan Cakung, Ciracas, dan Matraman.

"Perlunya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi peningkatan kasus, terutama ketika kondisi cuaca mulai memasuki masa peralihan," kata Arief.

Dia berharap, masyarakat terus memperhatikan lingkungan sekitar rumah dan tempat beraktivitas untuk memastikan tidak terdapat wadah atau genangan air yang dapat menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.