NADIKABAR.COM — Menonton film horor biasanya dilakukan untuk mengisi waktu luang bagi sebagian orang. Adegan yang menantang adrenalin akan menimbulkan rasa seru saat menontonnya.
Di balik adegan mencekam, genre horor ternyata memicu aktivitas otak, respon fisik, dan memiliki dampak positif bagi penontonnya. Simak penjelasannya di bawah ini.
Film horor menggunakan berbagai trik psikologis untuk menciptakan ilusi ketegangan dan bahaya melalui perpaduan gambar, suara, dan alur cerita. Otak akan menyadari bahwa ancaman tersebut tidak nyata tetapi tubuh akan menangkapnya seakan-akan menghadapi bahaya sungguhan.
Menonton film horor akan menyebabkan jantung berdebar dengan cepat, melepaskan adrenalin, dan tingkat fokus yang tinggi terhadap film. Respon tersebut tetap muncul meskipun seseorang menyadari dirinya berada di tempat aman seperti bioskop atau rumah.
Film horor memang diciptakan untuk memunculkan reaksi takut, tegang, stres, dan terkejut. Emosi tersebut dapat mendorong sistem saraf otonom untuk melepaskan hormon norepinefrin, kortisol, dan adrenalin. Pelepasan hormon tersebut akan membuat pupil mata membesar, jantung berdegup kencang, dan otot yang tegang.