Melansir dari Everyday Health, perasaan takut akan membuat otak menganalisis ancaman yang sedang dihadapi. Otak akan memproses berbagai pertanyaan tentang apakah situasi ini pernah dialami sebelumnya, bagaimana untuk menghadapinya, apakah ancaman itu terasa asing atau justru sebaliknya, dan bagaimana reaksi orang lain.

Terdapat beberapa bagian otak yang aktif saat menonton film horor, seperti amigdala yang memproses rasa takut serta lobus frontal yang penting untuk penalaran dan perencanaan. Penelitian menemukan bahwa rasa takut saat menonton film horor dapat mendorong area otak yang memproses informasi visual dan auditori menjadi lebih aktif.

Saat adegan menegangkan selesai, aktivitas otak yang berhubungan dengan pengolahan emosi, penilaian ancaman, dan pengambilan keputusan juga naik. Stimulasi ini mendorong rasa bahagia dan kemampuan untuk memecahkan masalah di bawah tekanan.

Film horor juga bisa merangsang pemikiran kritis tentang berbagai persoalan seperti kekerasan, ketimpangan sosial, keadaan mental, ekonomi, dan masih banyak hal lainnya. Kisah dari film horor juga biasanya berkaitan dengan kehidupan sehari-hari sehingga penonton bisa mengeksplorasi isu-isu sosial.