"Adapun Ngati-ati mengingatkan kita, agar kemudahan selalu disertai kewaspadaan. Jagalah kerahasiaan data pribadi. Periksa legalitas penyedia layanan, dan pertimbangkan kemampuan membayar sebelum berutang," katanya.
Sri Sultan mengatakan untuk itu masyarakat berhak memperoleh penjelasan jujur, produk sesuai kebutuhan, serta pendampingan ketika menghadapi persoalan dari layanan keuangan, karena kepercayaan tumbuh, ketika warga merasa dipahami dan dilindungi.
"Saya mengajak lembaga jasa keuangan menjadikan pameran ini sebagai ruang mendengarkan. Seorang pedagang kecil, mungkin membutuhkan pembiayaan dengan angsuran yang sesuai perputaran usahanya. Seorang pekerja, bisa jadi membutuhkan cara menabung yang terjangkau," katanya.
Sultan berharap kegiatan ini ditindaklanjuti melalui edukasi dan pelayanan yang berkelanjutan. Jumlah rekening dan transaksi, perlu disandingkan dengan kemampuan warga mengelola keuangan, serta manfaat pembiayaan bagi keberlangsungan usaha.
"Pemerintah daerah, regulator dan industri jasa keuangan, perlu memastikan pendampingan menjangkau pasar, sekolah, hingga kalurahan," katanya.