Sultan juga mengajak masyarakat tingkatkan pemahaman keuangan lebih baik, sehingga setiap keputusan, benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan, karena pada akhirnya, uang harus tetap menjadi sarana untuk memuliakan kehidupan.
"Di balik setiap rekening terdapat harapan manusia. Ada pendidikan anak yang diperjuangkan, usaha yang dirintis dan hari tua yang hendak dijalani dengan tenang. Kepada harapan-harapan itulah, seluruh ikhtiar inklusi keuangan kita abdikan," katanya.
Kepala OJK DIY Eko Yunianto mengatakan, berdasarkan hasil survei nasional literasi dan inklusi keuangan 2026, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia adalah 69,57 persen, sementara tingkat inklusi keuangan masyarakat Indonesia adalah 93,61 persen.
"Yang patut kita syukuri adalah untuk masyarakat DIY berdasarkan hasil survei tersebut tingkat literasi keuangan mencapai 76,44 persen, atau peringkat tujuh nasional, sedangkan tingkat inklusi keuangannya mencapai 98,74 persen, atau peringkat dua nasional," katanya.