Meski masa latihannya belum genap sebulan saat tampil dalam pertandingan pertamanya, hasilnya sungguh mengejutkan. Sumaya mampu meraih medali. Pengalaman berharga itu memantapkan langkahnya untuk terus menekuni teqball.
Sebagai cabang olahraga yang masih berkembang, teqball memberinya ruang untuk bertumbuh lebih cepat. Dari sana, langkah Sumaya berlanjut ke berbagai kejuaraan hingga akhirnya berhasil menembus panggung Asian Games.
Pelatih tunggal putri teqball Indonesia, Benidiktus Budi Setyoko, melihat kemampuan Sumaya berkembang sangat cepat. Dasar sepak takraw yang dimilikinya membuat Sumaya lebih mudah menguasai teknik teqball.
Awalnya, Sumaya tampil di nomor ganda campuran sebelum akhirnya diarahkan untuk memperkuat nomor tunggal putri. Beruntung, perpindahan nomor tersebut tidak menjadi hambatan berarti baginya.