NADIKABAR.COM β€” Studio produksi drama vertikal asal Indonesia, Suneeday Creative, tetap mengandalkan kreativitas manusia dalam pengembangan cerita dan karakter di tengah meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam produksi micro drama di China.

Chief Commercial & Marketing Officer Suneeday Creative Sahlil Ge mengatakan teknologi AI dimanfaatkan untuk mempercepat proses produksi, tetapi penentuan cerita dan karakter tetap melibatkan penulis, sutradara, dan pemeran.

β€œChina menunjukkan seberapa cepat teknologi bisa memproduksi drama dalam jumlah besar. Tapi untuk saat ini volume bukan tantangan kami, karena kami sudah memproduksi lebih dari 600 episode per bulan. Yang dicari penonton dan brand di Indonesia adalah karakter yang mereka percaya, dan itu lahir dari manusia,” kata Sahlil dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Suneeday menjadi salah satu studio yang diundang YouTube dalam acara The Micro Drama Frontier di Hangzhou dan Hengdian, China, pada 20-22 Oktober 2026.