Di Indonesia, format micro drama juga berkembang dan menjangkau berbagai kelompok usia. Pertumbuhan tersebut diikuti persaingan antarpelaku industri dalam memproduksi dan mendistribusikan konten melalui berbagai platform digital.
Suneeday menyebut mampu memproduksi lebih dari 30 episode drama vertikal per hari dengan melibatkan pemeran manusia. Studio tersebut juga mendistribusikan kontennya melalui 26 kanal di TikTok, YouTube, Instagram, dan Snack Video.
Perusahaan yang berdiri pada 2022 itu mencatat ekosistem kanalnya memiliki lebih dari 50 juta pengikut dan menghasilkan lebih dari satu miliar tayangan per bulan.
Suneeday menilai perkembangan industri micro drama di China menjadi salah satu bahan evaluasi untuk mengembangkan strategi produksi, distribusi, dan kemitraan di pasar Indonesia.