Dalam kegiatan tersebut, peserta mengunjungi studio dan lokasi syuting di Hengdian World Studios serta mengikuti diskusi bersama pimpinan YouTube kawasan Asia Pasifik, eksekutif produksi micro drama, dan kreator.

Diskusi antara lain membahas perkembangan format micro drama, peluang bisnis global, serta perubahan industri produksi konten seiring berkembangnya teknologi AI.

Hengdian selama ini dikenal sebagai salah satu pusat produksi film dan drama di China. Perkembangan teknologi AI turut mendorong perubahan pola produksi konten di negara tersebut.

Mengutip data media negara China yang diberitakan NadiKabar, lebih dari 95 persen micro drama baru di China pada kuartal pertama 2026 diproduksi menggunakan AI.