NADIKABAR.COM — Pemkot Bandung sedang menyiapkan kajian demi bisa memanfaatkan Sungai Cikapundung untuk kebutuhan sumber air baku. Kajian ini dilakukan setelah Pemkot menerima Kedutaan Besar Inggris untuk membahas program Climate Invesment Opportunies Diagnostic.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, Kedubes Inggris datang untuk menawarkan sejumlah investasi di Kota Kembang. Salah satunya, pemanfaatan debit Sungai Cikapundung menjadi sumber air bagi warga Kota Bandung.
"Bandung tuh sampai sekarang kita masih, dalam tanda kutip, eksperimen. Karena gini, kalau yang punya sendiri, kita baru bisa investasi di sarana air bersih, tapi itu kan masih menggunakan air tanah," kata Farhan di Balai Kota Bandung, Jumat (28/8/2026).
"Sedangkan sumber air baku dari sungai, kita belum bisa memanfaatkan sama sekali. Nah, ini kita harapkan ada penelitian di sini. Saya sudah lihat pemanfaatan air baku sungai di Kota Bandung. Kebayang kita mengambil air minum dari Cikapundung, masih serem ya, tapi harusnya bisa," ucapnya menambahkan.
Selain itu, penjajakan kerja sama ini juga turut membahas potensi investasi di bidang lingkungan hingga peningkatan kualitas udara. Terlebih kata Farhan, Pemkot Bandung sudah sejak lama punya konsep sport tourism yang mau diterapkan di kawasan Gedebage.
"Nah tiga peluang ini memang sangat diperlukan oleh Kota Bandung, karena kita mempunyai ambisi, dalam tanda kutip, bahwa pada tahun 2035 Kota Bandung akan bisa mengurangi emisi gas buang atau efek rumah kaca sampai 22 persen. Nah, itu sebabnya kerja sama ini menjadi sangat penting," ungkapnya.
"Penelitiannya sudah selesai. Maka nanti Bapperida berdasarkan penelitian itu akan mengusulkan beberapa kebijakan yang akan disesuaikan dengan RPJMD dan juga RPJPD," tambahnya.
Sementara itu, mengenai proyeksi kerja sama lingkungan, menurut Farhan, akan diproyeksikan terhadap masalah persampahan. Farhan menginginkan agar potensi ini juga berdampak terhadap penanganan sampah di hulu atau di wilayab rumah tangga.
"Diharapkan dari penelitian ini kita bisa mendapatkan berbagai macam ide. Tidak hanya PSEL yang jumlahnya besar di hilir, tetapi juga pengelolaan sampah di hulu yang sifatnya pengelolaan sampah per wilayah dalam skala-skala kecil sampai menengah," katanya.
"Hasil riset ini nanti akan diturunkan oleh Bapperida menjadi berbagai panduan kebijakan untuk Kota Bandung. Jadi untuk perencanaan tahun 2028 dan juga pelaksanaan tahun 2027, jadi kita bisa ada patokan-patokan yang bisa kita jadikan sebagai alat ukur parameter. Yang berhasil indeksnya berapa, yang kurang berhasil indeksnya berapa," pungkasnya.