Dia mengatakan ruko yang bangunannya rusak telah tidak ditempati pemiliknya beberapa hari ini. Sebab bangunan kondisi miring dan nyaris roboh.

"Ada beberapa ruko yang rusak parah, bangunannya miring dan retak-retak temboknya," terang dia.

Warga Desa Purworejo, Sukarno, mengatakan belakang rumahnya hanya berjarak 5 meter dengan Sungai Juana. Tanah di belakang rumahnya pun sudah amblas 1 meter lebih dalam kurun waktu 2 pekan belakangan ini.

"Sejak 15 hari yang lalu, perlahan-lahan. Setiap hari perlahan-perlahan sampai sekarang, ini pun masih berlangsung," kata Sukarno ditemui di lokasi.

Sukarno pun memperlihatkan tempat untuk mengeringkan kerupuk sekarang tanahnya sudah tidak sejajar. Terlihat tanahnya sudah amblas 1 meter.

'Sekarang ini ada kalau 1 meter lebih. Dulunya sejajar sama sekarang sudah amblas 1 meter," jelasnya.

Ia pun kemudian menunjukkan tembok yang ada di pinggir sungai. Tembok setinggi 2 meter itu juga kondisinya miring dan sebagian sudah retak-retak.

"Tembok di pinggir Sungai Juana ini sudah retak-retak dan kondisinya miring," ujarnya.

Sukarno pun mengaku khawatir jika retakan akibat Sungai Juana mengering ini terus bertambah.